9 Alasan Marketing Butuh Video

9 Alasan Marketing Butuh Video

57% konsumen lebih percaya dengan produk yang di sertai dengan video explainer sebagai faktor utama mereka membelinya. Ini lah kenapa video marketing menjadi tren dikalangan pebisnis.

Video menjadi tren menarik di dunia bisnis belakangan ini, yang sebelumnya tidak pernah ada di dunia marketing. Kita mungkin masih ragu, kenapa harus menggunakan video marketing sebagai tool baru marketing kita. Apakah benar-benar penting? Apakah kita mampu membuatnya?

Untuk meyakinkan anda, coba lihat beberpa fakta ini. Menurut wyzowl, 63% bisnis telah mulai membuat video content bagian dari marketing . 82% dari mereka menganggap video marketing adalah bagian penting dari strategi mereka. Sebanyak 83% Para pelaku bisnis yakin bahwa video marketing menguntungkan ROI mereka.

Apakah anda sekarang sudah sama yakinnya dengan 82% para pelaku bisnis?

Harus! Walaupun belum semua orang melakukannya, justru inilah kesempatan anda untuk memimpin di dunia digital marketing.

  1. Video Meningkatkan Kepercayaan Konsumen.

Berhentilah “jualan” tapi biarkan orang yang datang kepada anda dengan cara menyediakan informasi yang berguna dan menarik bagi mereka. Karena kepercayaan adalah dasar dari konversi dan penjualan.  Kalau anda sadar, sebenarnya konsep dasar dari content marketing adalah berdasarkan kepada kepercayaan dan menciptakan hubungan jangka panjang yang baik.

Banyak konsumen masih skeptis jika harus membeli produk dan jasa dari internet, karena mereka tidak yakin dan takut ditipu. Tapi jika produk anda dibarengi dengan konten video yang bagus, maka kepercayaan mereka akan meningkat. Itulah kenapa 57% konsumen mengatakan video membuat mereka lebih yakin untuk membeli produk itu. Konten video lebih membeikan rasa kedekatan secara psikologis dan emosi, dari pada sekedar kata-kata.

  1. Video Meningkatkan konversi dan Penjualan

Penelitian mengungkapkan bahwa 74% pengguna yang  menonton explainer video tentang sebuah produk, lebih tinggi kemungkinannya untuk membeli produk tersebut. Hal ini bukan hal yang mengherankan kalua kita perhatikan baik-baik, kebayakan informasi yang otak kita terima ialah melalui penglihatan. Visual menjadi indera kita yang paling dominan.

Nah sekarang bayangkan jika visual sudah menjadi bagian yang paling utama di manusia, apa yang akan terjadi pada bisnis anda, jika kedekatan konsumen dengan produk anda sudah terjalin. Menambahkan product video pada halaman web anda akan meningkatkan konversi sebanyak 80%. Penelitian di atas  juga menunjukan bahwa video bisa mengarah kepada sales kita. Jadi video sangat berhubungan langsung dengan peningkatan penjualan!

  1. Google Suka Sekali Dengan Video

Statisktik Moovly menunjukan bahwa, jika website kita tercantum video, maka kemungkinan m=website kita akan muncul di halaman teratas Google akan meningkat sebanyak 53 kali lebih banyak. Video juga akan membuat pengunjung website anda lebih lama menghabiskan waktu pada halaman website. Apalgi sekarang Youtube dimilik oleh Google , jelas akan menaikkan rangking website anda pada search engine milik Google. Jangan lupa, Youtube adalah tempat kedua yang orang gunakan untuk pencarian, setelah search engine Google.

Videos allow you to increase the time spent by visitors on your site. Thus, longer exposure builds trust and signals search engines that your site has good content. Moovly gives us whopping statistics: You’re 53 times more likely show up first on Google if you have a video embedded on your website. Since Google now owns YouTube, there has been a significant increase in how much videos affect your search engine rank.

  1. Video Mempercepat ROI

Betul sekali bahwa membuat video bukan hal mudah dan bahkan sangat menyita waktu. Tapi hal ini jangan dijadikan alasan untuk tidak membuat video marketing untuk bisnis anda. Anda bisa mengunakan konsultan untuk konten dan produksi video anda. Supaya lebih semangat, 83% pebisnis mengungkapkan video yang baik bisa mempercepat ROI bisnis mereka.

  1. Video Diakses Oleh Pengguna Smart Phone

Laporan Youtube menunjukkan konsumsi video pada smrt phone meningkat sebayak 100% setiap tahunnya. Hal ini disebabkan jumlah pengguna smartphone yang terus naik dan mereka lebih menikmati video dimana saja mereka berada, dampaknya adalah konsumen yang menyaksikan video anda akan terus banyak.

Google juga mengungkapkan pengguna smart phone 2 kali lipat lebih merasa lebih dekat dengan konten video dan 1,4 kali lebih dari pengguna desktop.

Ini artinya, para pemilik brand harus lebih peka terhadap faktor pengalaman yang didapatkan oleh konsumen ketika menyaksikan konten video produk mereka. Tentu saja  pemilik brand harus tahu cara memberikan konten video yang akan membuat konsumen menikmati video tersebut.

  1. Video Marketing Menjelaskan Segalanya

Nah sekarang posisikan diri anda sebagai konsumen, jika disuruh memilih, anda lebih suka mendengarkan penjelasan yang membosankan dari para sales atau menyaksikan video produk yang kreatif? Buatlah video yang menjelaskan produk anda saat meluncurkan produk tersebut sebagai strategi marketing. 98% konsumen mencari tahu dulu info sebuah produk atau jasa melalui video di Youtube. Ini lah kenapa 45% pemilik bisnis mencantupkan explainer video pada website mereka. Dan 83% diantara mereka yang menggunakan video marketing, hal ini sangat efektif.

Pastikan anda menjalankan proses produksi video dengan terencana agar mendapatkan video marketing yang sesuai dengan tujuan anda. Pelajari dengan baik bagaimana cara menjalankan proses pra produksi, produksi dan pasca produksi sebuah video marketing.

  1. Video Dibagikan Ke Media Sosial

Saat ini banyak sekali plaform untuk social media.  Dan kabar baiknya adalah, masyarakat Indonesia sangat suka interaksi dengan social. Diantara pengguna media sosial di Indonesia, yang paling banyak digunakan adalah Instagram, Facebook & Youtube. Ketiganya memilik fitur video yang sangat menarik untuk digunakan sebagai wadah video marketing produk atau layananan bisnis kita. Jangan lupa, sebagai marketer kita harus ingat, bahwa masyarakat senang membagikan perasaan mereka di media sosial, bahkan untuk membagikan brand yang mereka suka kepada teman-teman mereka, jika video itu dianggap menghibur. Perasaan tidak berhubungan langsung dengan pendapatan kita, tapi keterlibatan produk kita pada komunitas jelas akan membawa kita menuju pendapatan.

  1. Interaksi Efektif Melalui Live

Anda mungkin terkejut mendapatkan fakta bahwa platform live streaming menjadi bisnis yang mendapatkan revenue paling besar dibandingkan televisi. Menurut Hillhouse Capital, rata-rata pendapatan per-jam live video 5 kali lebih besar dari pada pendapatan televisi.

Interaksi sosial yang sangat besar , terutama di Indonesia, menjadi faktor yang sangat menggiurkan untuk pengenalan produk dan layanan dari bisnis kita. Hal ini menjadi sangat sayang untuk diabaikan begitu saja.

Revenues for live streaming per hour are estimated to be five times than that of TV.

  1. Video Merangkul Orang Yang Malas Membaca

Kita sadar bahwa kekurangan masyarakat Indonesia adalah malas membaca tapi suka sekali menonton. Inilah kesempatan kita untuk memperkenalkan bisinis kita melalui video. Melalui internet video marketing bisa menjangkau hingga pelosok tanah air. Namun visual yang baik juga harus di sandingkan dengan audio yang baik. Dengan ini kita bisa menjangkau kedua indera utama pada manusia untuk kepentingan marketing bisnis kita.

Anda bisa mulai belajar dan membuat sendiri perencanaan produksi konten untuk video marketing anda dari sekarang, atau kerja sama dengan Unitelly. Sebelum anda tertinggal oleh competitor anda.

Leave a Reply

Close Menu
×

[contact-form-7 id=”298″ title=”Contact form”]